Chua: Setelah Putus (2) Kepala gue rasanya mau pecah. Nao sama Btari nggak berhenti mengoceh dan teriak-teriak hanya karena hal sepele. Misalnya soal tempat duduk di mobil. Nao maunya di depan, tapi keburu diserobot sama Btari dan berakhir bikin Nao nggak mau masuk ke mobil kalau bukan duduk di depan. Bang Hans sama Btari udah pindah dari satu bulan yang lalu. Seperti kemauan Bang Hans, gue harus tinggal sama dia dan Btari. Katanya, supaya enak mengawasi adek-adek ceweknya yang bandel. Pagi ini gue mau jalan ke rumah kontrakkannya Pita. Gue udah janjian sama dia kemaren untuk mengambil barang-barang gue yang dia angkut dari apartemen Lakka. Pita sendiri yang ngotot pergi ke rumah Lakka, katanya, gue nggak boleh ketemu mantan. Takut gamon. Gue menghela napas dan memandangi warna kuk

