EPILOG 3 (END)

1569 Kata

Menangis memang menjadi  senjata para perempuan yang hormonnya tak bisa ditebak sama sekali. Tak hamilpun mereka bisa menghasilkan tangis yang menyakitkan ketika didengar. Tak hamil saja bisa membuat orang lain kebingungan, apalagi jika dalam posisi yang dihadapi Dego sekarang. Dia tak pernah berharap bahwa menemui Afi akan seperti ini jadinya. Niat mulanya ingin kembali bertemu dan mengobrol gila seperti yang biasa mereka lakukan sejak dekat dulu, malah menjadi ajang dimana Dego harus mengawasi ucapannya sendiri begitu selesai menjelaskan pada Afi mengenai apa yang terjadi begitu perempuan itu pergi. Dalam pelukan Dego, Afi masih tak bisa mengontrol tangisannya. Sesenggukan yang Afi keluarkan membuat Dego tak berani untuk membuat candaan sama sekali. Bisa dikatakan membuat Dego terkejut

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN