Keberangkatan Thunder menuju Bali sebenarnya tak benar-benar lama. Dia hanya perlu mengenalkan diri dan masuk ke dalam lingkaran bisnis barunya agar tak semakin terjerumus dalam dunia per-AV an. Dia menyukai bagaimana Afi yang manja dan tak menginginkan kepergiannya. Begitu sampai juga di hotel, Thunder segera merangsek ke ranjang dan mengistirahatkan diri lebih dulu sebelum bepergian dan menghadapi banyak orang untuk berbasa-basi. Untung saja dia hidup dalam dunia yang serba maju, modern, dan cenderung aneh. Jadi, tak melulu soal latar belakang pendidikan saja yang membuat Thunder paham bahwa menghadapi orang yang kebanyakan pebisnis juga haruslah dengan otak terisi. Kemampuan Thunder berbahasa asing datang karena seringnya dia berurusan dengan kru luar, menghadapi situasi formal juga

