"Wiiiiih, Mas Danar lagi di Jakarta? Kapan datang, Mas?" sambutan hangat itu langsung diterima Danar begitu ia menginjakkan kaki di kedai bakso Om Cipto dengan diapit Karin dan Mario di sisi kanan dan kirinya. "Tadi pagi, Om!" jawab Danar dengan disertai senyum jumawanya. "Ooooh... mau pada pesan apa nih?" tanya Om Cipto ramah. "Karin, bakso urat pake sayur tanpa bawang goreng kayak biasa? Yoyo, bakso komplit banyakin pangsit kayak biasa juga?" tawar Om Cipto yang memang sudah hafal betul menu favorit para pelanggan tetapnya sejak kedai bakso urat itu didirikan sekitar sepuluh tahun yang lalu. Karin yang celingukan mencari tempat kosong untuk mereka seketika tersenyum pada Om Cipto, disusul anggukan kecil dari Mario. "Kalo Mas Danar pasti mie ayam pake bakso kan?" tebak pria gempal ber

