Pintu diketuk. Taeri sebenarnya gak mau buka. Matanya jelas sembab—hidungnya memerah dengan air mata yang masih mengalir deras. Bahunya naik-turun sesunggukan. Padahal dia selalu berusaha menahan nagis tapi sekarang? Dia kacau. Hancur lebur. Semuanya jadi satu dan dadanya terlalu sesak seperti ditekan sampai rasanya nyaris kehabisan napas. Sakit. Perih. Ampun kepada segalanya. Seketika membuat dirinya menjadi manusian paling t***l dalam pikiran sendiri. Dia jelas ngerasa bersalah sama Bona. Tapi dia memang egois dan terlena waktu Jimin nawarin bantuan. Begitu manis dengan alasan, gua juga butuh pelarian kok abis putus dari Bona. Sama-sama butuh. Mereka jalanin—pacaran. Sudah dalam keadaan sama-sama sendiri. Tapi gak sepenuhnya bener. Akhirnya Taeri mutusin hubungan waktu dia sadar kalau B

