Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Usai guru pengajar keluar, Senja langsung buru-buru, berlari menuju gerbang sekolah. Sampai di depan, Senja lantas berhenti dengan napas yang telah ngos-ngosan. Perempuan itu sempat menunduk sebentar dengan menumpukan kedua tangannya pada lutut sambil memperhatikan sekitar. Senyumnya mengembang cepat ketika apa yang dicari akhirnya ketemu. "KAK ALVARO?!" teriak Senja amat kencang, membuat Alvaro menoleh seketika. Senja pun mendekatinya, Alvaro yang bersandar pada mobil tuanya tersenyum kepada Senja. "Nggak usah teriak-teriakan Senja," ucap Alvaro dengan sangat lembut. Senja hanya tertawa, lalu membiarkan Alvaro mengusap sedikit peluh di dahinya. "Kenapa harus lari-larian juga sih? Kalau jatuh gimana?" "Gue bukan bocah, Kak!" "Ah, iya lo ud

