Pagi hari ini ternyata yang harusnya bangun lebih dulu adalah Alena, tapi sayangnya dia malah bangun belakangan, sudah ada sarapan diatas meja dan juga pakaiannya sudah disiapkan, artinya dia tidur benar-benar bangun kesiangan! Ini adalah hal yang langka bagi Alena, bangun kesiangan. “Hai Cantik! Bagaimana kualitas tidurnya?” Reyno menyapa istrinya yang terlihat baru mengerjapkan matanya dengan badan yang masih ditutupi selimut tebal. Alena lalu duduk dan mengucek matanya sambil sesekali memicingkan mata karena sinar matahari yang menerobos masuk kedalam ruangan ini, dia mengamati sekitarnya, memastikan dia memang bangun kesiangan. “Hei Waifi, kau kenapa? Pakaian, dan juga makan sudah tersedia disini, jadi kau tak perlu repot untuk keluar.” Reyno berkata santai sambil meletakkan Ipad ya

