Alena menceritakan dari awal sampai akhir kejadian yang dia lalui selama beberapa jam bersama Reyno, yang dia bilang itu adalah anak kurang ajar yang kelewatan membuat titik sabarnya hampir habis! Setelah mendengar cerita dongeng Alena itu, Maya tersenyum manis, sembari berkata, “ How lucky you are!” “What?! Apa lo bilang May?” Alena mendengus kesal sambil melempar bantal kursinya dengan keras pada Maya, tapi dengan sigap Maya langsung menangkapnya. “Lo beruntung banget bisa ketemu sama laki-laki itu, katakan saja dia beneran ngajak lo nikah, terus lo terima?” Maya kembali mendekati Alena dengan rasa penasaran yang sangat tinggi. “Ngomong apaan sih! Udah gue mau apus dulu nih dempulan tebel! Kaku muka gue lama-lama pake make up gini.” Ucapnya sambil meninggalkan Maya yang saat ini kepa

