Ida berada di ruang perawatan setelah melalui proses penyuntikan. Perutnya terasa keram dan nyeri serta badannya menjadi lemas. Di lengan kirinya terpasang selang infus. Ida tak menyangka jika proses kehamilan seperti ini sangat menyakitkan. Sejak tadi ia menahan tangisnya. Ia harus kuat menjalaninya Dokter telah memberitahukan jika itu merupakan reaksi tubuh Ida terutama rahimnya sedang beradaptasi. Terlihat oleh Dimas beberapa kali Ida meringis menahan sakit. Sebenarnya Dimas sangat mengkhawatirkannya. Pria itu berdoa semoga istri mudanya itu baik-baik saja. Dengan setia ia menemani Ida di sampingnya. Ia pun tak sungkan untuk mengambilkan minum dan makanan, bahkan menyuapinya. Hal yang biasa ia lakukan kepada Miko jika istrinya itu sakit. "Habiskan makanannya! Kamu butuh asupan giz

