Dimas segera mematikan layar monitor komputernya. Dengan gerakan cepat ia bereskan semua barangnya di atas meja. Saat melirik ke arah jam tanyanya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore. Ia harus segera pulang karena Miko dan Ida sedang menunggunya. Sesuai dengan permintaan Miko, ia akan mengantar mereka pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan Ida. Sebenarnya bagi Dimas ini buk koanlah hal yang mengejutkan, namun demi terjaga rahasia dirinya dan Ida, ia akan menuruti Miko. "Saya pulang duluan ya, John!" Dimas pamit kepada Johny, sekretarisnya. "Mau kemana Bos?" Johny bertanya heran. Akhir-akhir ini bosnya sering menghilang. Belum lagi cuti dua minggu, sekarang baru masuk sudah pulang lagi. Terkadang ia berpikir bosnya itu sedang menyembunyikan sesuatu, gerak-ge

