Begitu tahu darimana panggilan itu berasal, Miko segera menerimanya. Sejak tadi ia menunggu balasan ibu mertuanya tak kunjung muncul. "Assalamualaikum. Hallo Miko! Kamu beneran yang ngirim pesan tadi? Sorry tadi Mami lagi di luar sama Papi, Hapenya lagi diisi batre." Dari sebrang sana Bu Ratih langsung bicara. "Waalaikumsalam, iya Mi tadi itu aku kirim kabar tentang Ida. Mami apa kabar?" Miko mengiyakan. "Alhamdulillah sehat. Mami lagi di Anyer ikut gathering sama Papi. Mami masih belum percaya sama isi pesan kamu. Ini serius, kan?" Bu Ratih bertanya dengan nada kaget luar biasa. "Iya betul. Nanti aku kirim bukti USGnya. Kami baru saja pulang dari dokter kandungan tadi sore " Dari awal Miko telah memprediksinya jika ibu mertuanya itu pasti akan banyak bertanya. Ia dan Dimas tentu haru

