Part 17. Di Batas Rindu

1954 Kata

Jakarta, Satu Bulan Setelah Kepergian Marco Pukul 01.00 dini hari. Raras yang belum bisa tidur, berdiri di balik tirai jendela kamarnya. Tangannya menyibakkan kain peach itu sedikit, cukup untuk satu matanya mengintip ke jalanan di bawah sana. Kosong. Sudah satu bulan ini, pohon rindang di seberang jalan, tidak ada lagi bayangan mobil hitam besar yang terparkir di sana. Tidak ada kilatan bara rokok yang menyala dalam gelap. Hanya aspal basah dan kucing liar yang melintas dengan santainya. Raras menghela napas. Awalnya, di hari-hari pertama setelah Marco pergi, dia merasakan kelegaan yang luar biasa. Tidak ada lagi wajah yang mengingatkannya pada janji yang akan membawa kembali Rangga padanya. Dia merasa ‘menang’ karena berhasil mengusir "pengkhianat" yang berani hidup saat suaminya mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN