" Apa kamu benar ingin menikah dengan Randy?
Bahkan dia belum bisa membahagiakan orang tuanya!. jangan terlalu ngebet buat nikah, nikah itu tidak semudah yang kalian pikirkan! Dan nanti setelah kalian menikah, kalian akan tinggal di mana? Bahkan adikku pun belum pernah mencoba untuk bekerja di tempat seperti Kampung ini, daripada sengsara nantinya mending kalian pikirkan ulang keinginan kalian untuk menikah itu!
itulah kata-kata yang diucapkan oleh kakaknya Randy kepadaku,
ingin rasanya aku menangis mendengar ucapan kakaknya Randy,terhadap ku.
dan semua itu salah. keinginan menikah dengan Randy pun itu bukan keinginanku, melainkan itu atas saran dari ayah dan ibunya Randy yang ingin aku menjadi menantunya. Tetapi Randy menguatkan dan meyakinkanku kalau aku baik-baik saja setelah menikah dengannya.
***
Enam bulan sebelum pernikahanku dengan Randy,
Randy meminta waktu kepadaku untuk menunggunya sambil dia mencari uang untuk acara pernikahan kami nantinya.
Aku pun menunggu Randy sambil orang tuanya mengantarkan hantaran lamaran dan mengikatku kedalam acara pertunangan dengan Randy.
Berat rasanya aku untuk menerima kalau Randy harus pergi jauh lagi ke Jakarta untuk mencari uang untuk acara pernikahan kami, karena, semua yang terjadi hari ini. Bukanlah keinginan kami yang sebelumnya.
Awalnya Randy pulang dan berjanji padaku untuk tidak kembali lagi ke Jakarta, dia mengatakan waktu itu kalau dia akan mencari pekerjaan di sekitar tempat tinggal kami, supaya kami tidak lagi berjauhan dan apabila Kami ingin bertemu bisa tanpa harus menempuh jarak yang lumayan lama.