“Bisakah aku setidaknya melepas benda ini?” Starla bertanya dengan nada lirih ketika Erik mengajaknya masuk ke sebuah restoran. “Tidak. Tidak sekarang,” jawab Erik singkat. Ia berbicara dengan sang pramusaji dan diarahkan ke sebuah meja yang terletak tepat di dekat jendela. Restoran di mana Erik berada bukanlah sebuah restoran mewah. Menurut Starla sendiri restoran ini lebih ke kasual. Bisa dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat juga usia. Erik memilih duduk tepat di samping Starla, bukannya di depan wanita itu. Tapi, posisi Starla berada di dekat tembok. Sehingga ia bisa melihat ke luar jendela dengan jelas. “Apa yang ingin kau makan?” tanya Erik, menawarkan buku menu. “Samakan saja denganmu.” Setelah memesan beberapa menu yang terdengar sangat asing di telinga Starla, dan sang

