101. Dilemma

1924 Kata

Starla sedang menangis, memohon dengan wajah penuh air mata agar pria itu berhenti memukulnya. Saat si pria menjambak rambut, terlihat ringisan kesakitan dari gadis itu. Mendorong tubuh Starla ke lantai, pria yang tak punya hati tersebut mulai melucuti pakaiannya dan dengan kasar memaksa Starla untuk melayaninya. Berhenti! Teriak Erik sekuat tenaga. Ia ingin maju melangkah, meraih kerah baji-ngan itu dan memukulnya namun tangannya hanya mampu menggapai tanpa bisa menyentuh. “Sakit,” isak Starla, membuat hati Erik teriris. Ia mengumpat. Sekeras mungkin menggapai si pria yang terus melakukan aksinya tanpa mempedulikan isakan kesakitan Starla. Sia-sia, tangannya hanya menembus tubuh itu. Tidak berguna untuk menolong Starla. Tubuh Starla dibalik dengan paksa. Melalui satu jambakan keras,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN