Beberapa jam yang lalu, Starla bertanya pada Erik ke mana pria itu akan membawanya pergi. Tapi Erik sama sekali tidak menjawab bahkan memberikan clue. Begitu juga dengan A dan O. Mereka malah sibuk berlarian ke sana ke mari, sesekali menggoda para pramugari yang menatap mereka gemas. Sekarang Starla menuruni tangga pesawat. Erik memeluk pinggangnya sementara si kembar sudah berlari turun lebih dulu, disusul dengan 4 baby sitternya yang tergopoh-gopoh mengikuti mereka. “Jadi, kau masih tidak mau memberitahuku, di mana kita?” tanya Starla. Angin musim panas bertiup menerpa rambut panjang hitamnya, membuat Erik terpaku sejenak sebab kecantikan dari Starla yang kian hari terasa kian nyata. Bibir Erik melengkung ke atas, menyodorkan sebuah kaca mata hitam pada Starla. “Kau akan tau nanti.

