Note : Part double kemarin sudah saya perbarui ya ... Sialakan dibaca langsung. Maaf ya, kemarin itu kesalahan teknis dari aplikasinya... Saya mau up satu, eh malah jadi up dua, mana sama pula isinya. Heduuuh... sudahlah. Happy reading! *** Erik melangkah tegas memasuki gedung perusahaan. Menuju lift khusus eksekutif, dia melewati orang-orang yang menatapnya penuh puja. Membisikkan nama Erik dan berharap jika suatu hari nanti akan ada keajaiban di mana Erik menandai mereka. Tidak apa jika hanya sekedar menjadi pemuas ranjang satu malam. Karena mereka memang selalu memimpikan bisa sehari saja menempati hati pria berwajah dingin namun kelewat tampan itu. “Selamat pagi, Mr. Jensen.” Seperti biasa Rebecca menyapa dengan suara dibuat-buat agak mendesah. Pakaian ketat menempel di tubuhny

