Erik menggandeng tangan Starla masuk ke sebuah labirin yang terletak di taman belakang aula tempat pesta digelar. Dengan langkah sedikit cepat, Starla berusaha mengimbangi Erik. Alisnya bertautan keheranan karena tadi tiba-tiba saja pria ini menariknya keluar dari kerumunan orang-orang yang ada. “Apa yang kau lakukan?” tanya Starla. Erik menghentikan langkah tiba-tiba. Berbalik, iris mata abu-abunya menyapu sekitar dan puas saat melihat tidak ada apapun di sekitar mereka. Hanya ada dinding-dinding pohon berwarna hijau di sana-sini, tanda jika mereka sudah masuk cukup dalam ke dalam labirin. “Erik— mmmmpphhh.” Bibir Starla dibungkam oleh ciuman panjang Erik. Pria itu menarik pinggang Starla mendekat, sementara tangan yang lain menahan tengkuknya. Kedua bola mata Starla membulat, tak me

