Seumur-umur, baru kali ini Amy dihina sedemikian rupa oleh seseorang. Awalnya ia tidak ingin mengambil pusing. Amy adalah sosok wanita yang memiliki kemauan kuat. Apapun yang dia mau, dia cenderung akan mendapatkannya entah bagaimana pun caranya. Erik baru saja melukai ego Amy. Pria itu mencekiknya dua kali dan terus mengatakan kalimat-kalimat penghinaan. Murahan, katanya? Tch! Amy mencengkeram sebuah foto yang tergeletak di atas meja. Hatinya mendidih melihat gambar yang diambil oleh Dan di mana Erik nampak tersenyum bahagia dengan Starla. Gadis yang dia beli dengan sejumlah uang. Mengepalkan tangan, mata Amy berkilat marah. Iris mata birunya menyiratkan dendam yang begitu besar. Akan tetapi, mulut yang tersungging senyum miring menggambarkan kelicikan. “Lihat saja, Erik. Akan aku

