Gedung perusahaan berlantai 25 yang terletak di pusat ibu kota nampak ramai dengan kesibukan para karyawan. Seseorang yang menjabat sebagai sekretaris misal, disibukkan dengan pengaturan jadwal dan telepon yang diterima dari para klien dan investor. Resepsionis sibuk dengan penampilan dan juga para tamu yang hendak melakukan reservasi atau hanya sekedar menanyakan berbagai macam informasi umum yang masih berkaitan dengan perusahaan. Begitu pun dengan karyawan-karyawan lain. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing dalam bidang yang mereka tangani. Langkah tegap seorang pria berkaca mata hitam menyita perhatian sebagian besar orang yang ada. Terutama dari kaum hawa. Mereka bersama-sama mengangumi ciptaan Tuhan yang sempurna di depan mata kepala mereka sendiri. Erik, dengan tanpa men

