Di sepanjang tugasnya memenuhi jadwal pertemuan yang telah tersusun rapi, sesekali Julian tersenyum. Padahal, dalam sederet daftar pekerjaan itu, tidak ada satu pun yang menyenangkan. Perebutan wilayah, pertemuan dengan pihak bea cukai, negosiasi dan negosiasi yang dilakukan kepada para gengster yang merebut wilayah mereka, serta menghadapi protes polisi mengenai kejadian semalam. Mereka bahkan harus menguras kantong gara-gara itu. Lalu, bagian mana yang membuat Julian tersenyum? “Julian, apa kamu salah minum obat atau semacamnya? Rahangmu tampak rileks hingga terbuka berulang kali hanya untuk tersenyum,” sindir Dom. “Ah, sial! Padahal aku sudah susah payah menutupinya,” keluh Julian. “Menutupi apanya? Kamu bahkan tampak sengaja melakukan itu di tengah-tengah pertemuan. Kepala polisi

