Saat itu panggilan Zein masuk, Helena sedang berada di kamar mandi. Tepatnya, ponsel Helena telah berdering lama, saat dia masih menggosok tubuhnya dengan sabun. Sebuah nomor tak dikenal menyaa ponselnya. Helena menerim apanggilan itu tanpa menyapa terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian terdengar suara seseorang pria yang akrab di telinganya. “Hei, apa kabar?” “Zein? Oh, maaf. Ponselku baru bisa aktif lagi. Kabarku baik. Bagaimana denganmu?” Helena mengerjapkan mata. Dia pikir, ada yang salah dengan pilihan kata dalam kalimatnya tadi. Tidak seharunysa Helena menjelaskan soal itu. Seolah - olah dia tidak ingin Zein salah paham. “Aku tidak bisa menghubungimu selama berhari - hari dan tidak menemukanmu di mana pun. Padahal, aku ingin memberi tahumu kalau aku baru saja bekerja di kantor

