Mentari pagi menyapa, tapi bukan sinarnya yang membangunkan wanita itu dari peraduan. Akan tetapi, sentuhan tak disengaja antara punggung tangannya dengan sesuatu yang tidak seharusnya ada di ranjangnya. Helena membuka mata. Dia terkejut ketika mendapati Julian duduk bersandar di ranjangnya dengan mata terpejam. Apa lelaki itu menjaganya semalaman? Apa dia merasa bersalah setelah memarahinya? Ah, semua itu mustahil. Julian ada di sana pasti hanya untuk memastikan dia tidak kabur dari kamar itu. “Bermain dengan cara yang lebih baik darimu.” Helena tertawa tanpa suara. “Kamu salah menantang orang, Tuan Julian,” ucapnya lagi dengan suara yang lebih dalam dan tenang. Helena bangun dari ranjang. Dia berjalan ke kamar mandi. Lewat pintu yang masih terbuka, dia pandang Julian. Api dendam kemba

