“Tunggu dulu! Aku harus memeriksamu dengan cermat sebelum membiarkanmu pergi lebih jauh,” ucap wanita itu, yang tampak menginginkan sesuatu dari Julian, selain kesenangan di ranjang. Julian tersenyum tipis. Andai wanita itu tahu betapa inginnya dia mencongkel kedua mata indahnya dan menjadikan organ itu sebagai makanan anjing - anjingnya. Julian menarik pinggang wanita itu hingga merapat kepadanya. “Kamu hampir membuatku lupa akan tujuan utamaku datang ke mari. Maaf, sayang. Aku lebih berminat untuk melakukan bisnis dengan bosmu daripada menghabiskan waktuku untuk wanita sepertimu,” tegas Julian. Wanita itu tersenyum lebar. Tersirat rasa takut di matanya. Julian menyukai kesadaran jalang itu untuk pergi meninggalkannya. Tak lama setelah itu, seorang pria berparas asia mendatanginya bers

