Kembali bertemu Thorcelli, Julian mendapatkan kembali amarahnya. Sampai detik ini, dia belum bisa mempercayai orang itu. Thorcelli membunuh Fedrick tanpa perintah darinya. Itu bisa dimaklumi sebagai bukti toleransinya terhadap keluarga Moximus. Akan tetapi, kalau sampai terbukti bahwa Thorcelli-lah yang menyebar fitnah di balik kematian Laura, Julian tidak akan mengampuninya. Sama halnya lelaki itu menuang kotoran di atas atap rumah Moximus. Dia yang berbuat, Julian yang menanggung akibatnya. Sungguh kelicikan yang tak terampuni. Thorcelli duduk di kursi kayu. Tubuhnya dalam kondisi terikat. Wajahnya babak belur. Noda darah dari lukanya menyiprat ke mana - mana. Basemen kasino akan menjadi saksi bisu dari penyiksaan yang akan dilakukan Julian terhadapnya. “Julian?! Oh, sial! Apa lagi

