“Jadi, kamu menungguku hanya untuk ini?” tanya Helena sambil memandangi es krim vanila di atas cone-nya. Julian mengambil sesendok es krim, lalu menyuapkannya seolah – olah itu makanan yang terbaik untuk dinikmati di pagi hari, di awal musim dingin. “Ya. Selera makanku hilang gara – gara Dom. Jadi, aku akan memulihkannya kembali dengan sesuatu yang dingin dan manis,” ucap Julian. Tatapan matanya terlihat sedikit aneh, seperti sedang mengatakan sesuatu padanya dalam bentuk yang lain. “Oh, itu dia. Hei, Pak. Maukah kamu bergabung dengan kami?” Julian memanggil seorang pria yang baru saja keluar dari minimarket di sebelah toko es krim. Pria yang mengenakan kaus merah, jaket kulit, dan celana katun dengan motif kotak – kotak itu menoleh. Sepertinya dia sama dengan George, tidak terlalu me

