Alasan Tak Sebenarnya

720 Kata

Julian duduk berhadapan dengan Zein di sebuah kafe tak jauh dari tempat pertemuan mereka tadi, Di depan mereka, tersaji minuman yang berbeda. Zein memilik cappucino dingin. Sedangkan Julian memilih cappucino panas tanpa tambahan gula. Di meja itu, serasa ada atmosfer tersendiri yang memisahkan mereka dengan pengunjung lain. Suasana yang begitu dingin dan senyap. Zein duduk bersandar dengan santai, sementara Julian belum jua bersikap manis pada pemuda itu. Sorot matanya tak berubah sejak melihat Zein bersama Helena. “Sudah lama sekali kita tidak nongkrong di kafe seperti ini. Terus terang saja, aku sedikit canggung.” Zein membuka obrolan. “Seleramu masih sama, ya? Kamu benar – benar mirip ayah. Mengkonsumsi gula bukanlah sebuah kejahatan. Sekali – kali cobalah, Kak! Rasanya akan jauh le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN