Gadis yang menepuk bahu Andini tadi mencondongkan wajahnya ke depan papan mading yang berisi pembagian kelas jurusan IPA. "Hmm..." gumamnya pelan, menelisik setiap nama yang tertera. "Wah!" Gadis itu bertepuk tangan tiba-tiba. "Sudah kuduga, aku akan sekelas lagi dengan Andini!" serunya riang, memasang muka senang yang tidak dibuat-buat. Andini menyeringai kecil, melirik daftar terakhir yang dilihat Nana tadi, Andini istighfar di dalam hati-- biasanya mengumpat. Kenapa dia harus sekelas dengan Nana lagi? Bagaimana bisa Andini meraih ranking 1 di kelas saat dia harus sekelas dengan murid terpintar di sekolah ini!? Bahkan di tingkat kota! "Ah iya, aku harus bertugas lagi," ingat Nana segera dengan kewajibannya sebagai anggota OSIS. "Aku pergi duluan ya Andini! Sampai nanti di kelas!" seru

