Chapter 36

2113 Kata

Tak afdol rasanya bila tujuan hebat Andini di pesantren yang sekarang menjadi tujuan hidupnya hanya demi menjadi lulusan terbaik di Madrasah tanpa ada warna kehidupan lainnya di Madrasah yang dapat dirasakan oleh Andini. Hidup lurus itu membosankan, pikir Andini, tapi ia sudah tak bisa bertingkah jahil sebab dia harus menjaga nilai sikap. Jadi bisanya bersikap lurus saja. Andini menghela nafas berkali-kali karena sadar dia sudah menjadi 'murid biasa' atau anggap saja anak teladan yang baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. Saking banyaknya libur dalam hal jahil menjahili, Andini sampai lupa cara mengerjai seseorang sampai sudah tak punya niat melakukan pekerjaan yang membuat orang bisa sampai emosi begitu. "Ah si bibir kaku yang butuh perenggangan," ucap ustad Imran yang berpapasan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN