Chapter 44

1033 Kata

"Sore Kak," sapa Andini berbasa-basi, berdiri tepat di hadapan senior Bibi dengan senyum lebar. "Kakak kenapa panik begitu?" Andini menelengkan kepalanya, menatap heran. "Ssst!" Senior Bibi menyuruh Andini diam, menempelkan jari telunjuknya di depan bibir. "Sana-sana! Nanti aku kena hukum lagi kalau kamu ada di sini!" usir senior Bibi dengan muka masih panik, melirik-lirik ke pintu keluar-masuk asrama yang ada di sampingnya. Andini menyeringai, semakin senior Bibi mengusirnya, semakin Andini tidak ingin pergi dari tempat ia berdiri saat ini. Sejenak perkara nilai Matematika dan rumor buruk dirinya dengan Rain itu terlupakan. "Ish kenapa masih di sini sih, Dek?!" seru senior Bibi dengan muka marah. "Kamu mau aku dimarahi ibu pengawas lagi ya?" sambung senior Bibi. Andini tetap saja meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN