Andini menarik urat-urat lengannya, peregangan. Melangkah malas ke asrama kembali setelah selesai latihan ekskul. Semakin berat helaan nafas Andini saat menyadari bahwa ia akan latihan berat seperti tadi setiap minggu 2 kali. Andini ingin istirahat setelah sampai di kamar asrama, tapi dia punya PR yang harus diselesaikan, juga ada hafalan yang perlu dituntaskan. Andini melempar tasnya ke atas kasur, membuka laci meja, mengeluarkan buku paket mata pelajaran besok bersama buku PR, melangkah ke sisi ranjang, mengambil pulpen dan buku, meraih meja lipat di samping meja berlaci, duduk, membuka buku paket dan buku tulisnya. Kegiatan itu akan terus berlangsung sampai Andini lulus, Andini sampai berpikir bahwa penjara masih lebih baik dari kewajibannya sebagai pelajar di madrasah-- intinya sama-

