Chapter 72

1224 Kata

Andini datang ke sekolah lebih awal, mau menikmati suasana pagi sekolah sehabis salat subuh, gelap-gelap mainstream, pikir Andini sedang uji nyali ke gedung sekolah yang masih gelap sebab sinar matahari belum sampai. Andini menyusuri koridor, berhenti di depan pintu ruang guru. Andini ingat di SD dulu saat ujian nasional, guru-guru akan memberikan kunci jawaban pada murid yang bisa dipercayainya. Andini menggelengkan kepalanya cepat-cepat, berusaha menyadarkan dirinya agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan. Andini melanjutkan langkahnya, memutari lorong kelas 1 dan kelas 2, berbelok ke ruang tata usaha, mengintip-intip setiap ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang wakil, ruang UKS dan berlari kecil memutari lapangan macam orang gila. Satu persatu murid mulai berdatangan, Andini me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN