28

1049 Kata

Di lain tempat saat ini Ali masih setia dengan kondisinya, mengkhawatirkan dan memikirkan Sandra namun tidak pernah mau jujur dengan perasaannya. "Assalamualaikum Ali...," Sapa Fatimah saat mereka tidak sengaja papasan di jalan. "Eh iya? apa? kenapa? Waalaiksalalam," jawab Ali yang sedang melamun dengan gelagapan. "Hahaha, kebalik li. Harusnya jawab salam dulu baru nanya kenapa, kamu lagi kenapa sih? aku perhatiin dari kemarin kamu itu suka ngelamun terus, ntar kesambet lo" canda Fatimah. "Ngga kok, aku ngga ngelamun cuman lagi mikir aja," alibi Ali seraya tersenyum ke depan tanpa melihat ke arah Fatimah. "jangan kebanyakan mikir pak nanti kepalanya botak loh." "Gimana tangan kamu udah mendingan?" tanya Ali mencoba mengalihkan pembicaraan. "Masih sakit sih, cuman ngga se-sakit kemar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN