Keesokan harinya Sandra langsung pergi ke rumah Ali setelah dia selesai makan di dapur dari hasil memalak Putri, seperti biasanya, "Ali... belajar nyok...!" teriaknya layaknya anak bocah yang sedang mengajak temannya bermain. "Apaan sih syah? pagi-pagi udah teriak-teriak aja!" protes Ali dari jendela kamarnya. "Hehehe, ngga papa kali li, sekali-kali doang ini," Sandra menunjukkan cengiran bodohnya. Ali menaikkan sebelah alisnya heran, "Kamu kesambet apa sih syah? apa jangan-jangan pas kamu pergi kepala kamu ke-bentur sesuatu?" Bingung nya. Karna tidak biasanya Sandra bersikap seperti ini. Tanpa sadar mulut Sandra langsung menganga lebar karna mendengar perkataan Ali itu, dia benar-benar merasa tidak percaya kalau tanggapan Ali akan seperti ini. Dia laki-laki itu akan senang jika dia be

