Amrie tiba di rumah Villia, ia hendak keluar dari mobilnya, namun Villia menggenggam tangannya, hingga ia berhenti dan kembali menoleh menatap Villia yang masih duduk di sebelahnya. Sementara teman-teman Villia sudah berdiri di teras rumahnya, menunggu pria yang katanya kekasih Villia turun dari mobil. Villia tidak suka dengan kekepoan teman-temannya itu, benar-benar berlebihan sekali. “Ada apa, Villia?” tanya Amrie. “Aku tidak mau kamu berlebihan, Amrie, jawab saja apa yang mereka pertanyakan, jangan membahas hal lain,” kata Villia memesan Amrie. “Kamu tenang saja. Aku tidak akan berlebihan,” jawab Amrie. “Aku tidak tahu mengapa aku bisa bersikap seperti ini, mereka bukan siapa-siapa, namun aku hanya tidak mau dipandang remeh. Mereka selalu meremehkanku, jadi jangan membuat mereka se

