“Kamu mau cemilan?” tanya Amrie pada Villia. Villia menggelengkan kepala dan menolak secara halus, ia tidak menginginkan sesuatu saat ini, pikirannya saat ini hanya lah nama Dave saja, entah apa yang di lakukan pria itu, entah apa yang sedang di pikirkan, apakah Dave sudah makan, sudah minum? Itu lah yang sejak tadi ada di otaknya. Meskipun Villia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan Dave. “Kamu mau sesuatu? Katakan kepadaku.” Amrie menatap wajah Villia. “Aku sedang tak menginginkan sesuatu,” jawab Villia. “Aku ingin beistirahat, jadi jangan menggangguku dengan pertanyaanmu itu.” Amrie menganggukkan kepala, dan menoleh melihat teman-teman Villia yang kini menatapnya sedih. Semuanya sedih melihat Villia begitu cuek pada Amrie, mereka juga merutuki diri Villia yang tidak

