Isabela dan Tridy menautkan alis mereka ketika melihat Villia tengah berbaring lemas di sofabed yang ada didepan ruang TV. “Ada apa dengannya?” tanya Tridy menyikut Isabela. Isabela mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepala, ia juga tidak tahu, karena ketika mereka bangun Villia sudah di rumah. “Ada apa, Villia?” tanya Isabela. “Kamu kenapa?” Villia lalu mengangkat kepalanya dan menatap kedua wanita yang kini berdiri disamping sofa tempatnya berbaring. Isabela dan Tridy terkejut melihat wajah Villia, matanya sembab dan wajahnya bengkak, rambutnya berantakan dan merah bibirnya pun berantakan, juga dengan maskaranya. Semuanya luntur. Membuat Isabela dan Tridy terkejut melihatnya. “Ada apa denganmu?” tanya Tridy. “Kamu mengerikan sekali kelihatannya.” “Aku lagi patah hati,” jaw

