“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Isabela menggeleng tak percaya melihat Amrie yang tengah frustasi, wajahnya memerah dan wangi alkohol melekat ditubuhnya. “Aku mau bertemu dengan Villia.” “Dia sudah tidur. Ini sudah larut malam. Apa kamu tidak melihat malam? Sudah hampir jam 1,” Isabela menggelengkan kepala. “Suruh dia keluar, atau aku yang akan masuk ke sana,” paksa Amrie. Isabela bingung dan ia tidak tahu harus berbuat apa, bagaimana pun juga tidak ada laki-laki yang tinggal dengan mereka, jadi tidak akan ada yang bisa menahan Amrie untuk tidak masuk ke rumah. Villia keluar dari kamarnya dan melihat Isabela didepan pintu. “Ada apa, Isabela?” tanya Villia. Isabela memberi kode kepada Villia agar masuk, namun Amrie lalu memaksa masuk dan mendorong tubuh Isabela. Villia membula

