¨ Tanpa diketahui oleh Auliana, Haxel tersenyum kecil di balik punggung semput yang dipeluknya. “Mungkin parfume rekan bisnisku tadi menempel padaku, sebab tadi kami bertemu dia langsung memelukku,” ujar Haxel beralasan. “Wanita?” tanya Auliana. Dia melepaskan diri dari pelukan Haxel padanya. “Emm, dia bersama Kekasihnya, kamu tenang saja,” kata Haxel lagi. “Bisa aku percaya itu?” Auliana memandang curiga Haxel. Tapi Haxel hanya membalasnya dengan tatapan datar dengan senyuman tipis seperti ekspresi Haxel biasanya. Bukankah Haxel yang seperti itu tidak terlihat mencurigakan. Melihat raut wajah Haxel yang terlalu santai dan terlihat tak acuh, Auliana mempercayainya. Memang begitulah adanya Haxel, dia orang yang tidak banyak protes atas pandangan orang lain terharapnya sudah dar

