Aku tersenyum senang. Merasa menang selangkah dari Tiara. Kulihat wanita itu menunduk menekuri layar ponsel. "Sayang, aku mau rencana liburannya dipercepat," ucapku sambil bersandar mesra di bahu Hadi. Lelaki itu tak berkutik sekarang. "Ya, ya. Nanti kita atur lagi," pungkasnya cepat. Aku menggenggam jemarinya. Kurasakan remasan balasan yang kuat di jemariku. Hadi pasti sangat kesal. "Kalau bisa secepatnya, Sayang. Sekalian kalian bulan madu lagi, biar Ibu bisa segera nimbang cucu. Sepi." Ibu ikut menimpali. Aku tergelak dalam hati. Yang sedang merencanakan untuk berbulan madu siapa, eh, yang mau pergi siapa. Momen ini cocok sekali. Kehadiran mertuaku bagaikan oase di tengah gurun yang tandus. Menyegarkan. "Ya, Bu. InsyaAllah. Nanti aku kabari lagi." Hadi menjawab sambil menyunggin

