POV HADI *** Berulang kali aku menghubungi Nadia, panggilan berdering, tapi dia tidak memberi respon apa-apa. Ke mana wanita itu? Setelah Shubuh tadi, aku ke kamarnya. Rasa khawatir yang mengantarkanku ke sana. Entah bagaimana kondisi Nadia. Sejak melihat wajahnya yang pucat, aku tak bisa lagi berpikir tenang. Tidak kuperlihatkan itu di depan Tiara. Aku tahu jika wanita yang dulu sangat kucintai itu tidak menyukai Nadia. Seperti biasa, aku pasti mengetuk pintu sebelum memasuki kamarnya. Tak ada sahutan. Aku mengetuk berkali-kali, hasilnya sama saja. Rasa panik merongrong jiwa, apa sesuatu terjadi pada wanitaku itu. Handel pintu kuputar pelan. Sedikit aku mengintip ke dalam kamar. "Nadia." Sepi. Aku memutuskan untuk masuk. Pikiranku tak tenang sedikit pun. Setelah pertengkaran kami

