Aduh! Pakai acara ketahuan lagi. Tolong! Hampir saja aku menjerit jika Hadi tidak segera membekap mulutku. "Kamu mau apa?" tanyaku panik. "Kamu lucu. Kamu yang ngapain ke tempat tidurku seperti pencuri?" Hadi terkekeh sambil melepaskan tangan dari mulutku. "Aku ... aku, cuma mau lihat kamu sudah tidur atau belum," ucapku terbata. "Kalau belum tidur, kenapa?" Hadi makin memaksa. "Ya sudah. Aku ...." Lelaki itu menarik kepalaku ke dalam pelukannya. Aku berontak karena susah bernapas. Hadi melonggarkan dekapan dan mengubah posisi tidurnya. Ingin pergi, akan tetapi lelaki itu malah mengaitkan pelukan di pinggangku. Kami tidur bersebelahan. Dalam jarak yang sangat dekat, bisa kurasakan detak jantungnya yang berdebat cepat, sama sepertiku. Aku memejamkan mata tidak berani menatapnya. Aku

