R 7.6

1737 Kata

Sambil jalan, Shana menekan saklar lampu tiap ruangan yang ia lewati. Sehingga kini hampir seluruh lampu di lantai satu kediaman Shana sudah menyala terang benderang. Arthur langsung berdiam di ruang keluarga. Tangannya meraba-raba meja dan sofa untuk menemukan remote televisi. "Mau minum apa?" tanya Shana sambil melongokkan kepala ke arah ruang keluarga karena kini ia sudah berada di dapur. Arthur menoleh sekilas. "Apa ya?" gumamnya bingung juga. "Kopi?" tawar Shana, menyebutkan salah satu minuman yang cukup sering dikonsumsi Arthur. Arthur menggelengkan kepala. "Tadi kan udah ngopi." "s**u, teh tarik, sirup, atau jus?" Shana lanjut menyebutkan beberapa opsi minuman lain yang mungkin tersedia di rumahnya—karena Shana sendiri belum mengecek ketersediaannya. "Air putih aja," pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN