Kenan keluar dari kamar mandi dan masih mendapati Kanaya dalam posisi semula. Padahal ia sudah membangunkan gadis itu —ralat— wanita itu. Dia sendiri yang sudah mengambil kegadisannya semalam. Akhirnya ia hanya geleng-geleng kepala, kalau Kanaya bangun kan bisa mandi wajib bersama. Ah, masih pagi Ken, jangan berpikir yang macam-macam. Kenan berjalan ke arah koper untuk mengganti pakaian. Sengaja ia tidak memindahkan pakaiannya ke dalam lemari Kanaya, karena nanti mereka dan keluarga akan terbang ke Bali untuk mengadakan acara resepsi. Kenan mengambil baju koko dan boxer kemudian memakainya, dan meraih sarung yang semalam, lantas melilitkan di pinggangnya. Setelah rapi, Kenan berpindah ke arah petiduran. Terdengar napas Kanaya yang teratur, itu artinya Kanaya masih tertidur pulas. Kenan t

