Dengan pelan namun pasti, Kenan melangkah menuju tempat akad. Pria itu mengenakan beskap putih dihiasi payet di bagian bahu dan d**a yang dipadankan dengan kain batik atau jarik berwarna coklat. Tidak lupa tambahan keris yang dikenakan di bagian samping pinggang membuatnya semakin gagah dan tampan. Jambul khas yang biasa ia tampilkan tertutup oleh blankon yang serasi dengan jariknya. Ditambah kalung dari bunga kantil menyerbak wangi khas pengantin, menambah pagi hari pria yang berprofesi sebagai pilot itu semakin dag dig dug tidak keruan. Ada dua kursi yang telah disediakan, pria itu duduk di kursi yang bertuliskan 'Pilot'. Entah mengapa kursi yang terbuat dari kayu ini mendadak menjadi kursi panas. Pria itu mencoba menarik napas dalam seraya menetralkan dadanya yang bergemuruh hebat. Uda

