Chapter 47 "Mas Ken masih ingat, pertama kali kita ketemu di mana?" tanya Kanaya. Saat ini keduanya duduk berdua di atas pasir yang lembut. Kepalanya bersandar di bahu Kenan sambil menatap gradasi warna biru dan hijau pantai. Kepala Kenan mengangguk, meski Kanaya tidak melihatnya. "Masih dong." "Di mana Mas?" "Di Grand Indonesia," jawabnya sambil mengusap-usap lengan Kanaya. "Bagaimana kita bisa ketemu?" Kenan tidak langsung menjawab, sampai beberapa detik kemudian baru dia membuka suara. "Handphone Eyang dan handphone kamu tertukar. Waktu Mas telepon Eyang yang ngangkat malah kamu. Pertemuan pertama kita itu nggak baik, Sayang. Kamu benci banget sama Mas, karena Mas nuduh kamu pencuri." "Mas nyebelin banget waktu itu," timpal Kanaya. "Tapi Mas nggak salah bilang kamu pencuri." "I

