Kanaya berlarian ke arah kamar mandi karena dorongan dari dalam perutnya begitu kuat meminta keluar. Sesampainya di sana ia mengeluarkan seluruh isi perutnya tanpa ampun. Makan siang yang telah ia makan keluar lagi hanya karena mencium bau parfum yang mirip dengan parfum Kenan. "Mbak Nay, Mbak nggak papa?" Gita mengetuk pintu kamar mandi dari luar. Ia khawatir dengan kondisi Kanaya saat mendengar Kanaya muntah-muntah di dalam sana. Tidak ada jawaban dari dalam, Gita semakin khawatir saja. Ia menunggu tepat di depan pintu. Pintu kamar mandi terbuka, Kanaya keluar dari dalam dengan satu tangan memegang perut dan satu tangannya lagi mendekap mulut. Wajah Kanaya terlihat sangat pucat. "Mbak Nay sakit? Apa yang dirasa?" tanya Gita dengan nada khawatir. "Gue nggak papa, Git. Cuma mual sa

