Chapter 75

3354 Kata

Pagi harinya, Kanaya keluar dari guesthouse. Ia disambut oleh sinar jingga dari matahari yang baru saja terbit di ufuk timur. Kenan pun menyusul dan melihat pemandangan yang jarang ia temukan saat di Indonesia itu. Ia merogoh sakunya, dan memotret Kanaya yang bersinaran jingga seraya tersenyum dengan kamera ponselnya. "Cantik banget ya," gumam Kenan saat melihat hasil jepretannya. "Iya Mas cantik banget mataharinya." Kanaya tidak sadar bahwa Kenan sedang memujinya. Kenan dan Kanaya melihat pemandangan sekitar. Rumah-rumah di sini nampak unik dengan design seperti tenda-tenda berbentuk kotak. Beberapa meter dari tempat keduanya berdiri, terdapat dapur umum. Sebelum checkout dari guesthouse, Kanaya membuat dua gelas kopi untuknya dan untuk Kenan. Menginap di tempat ini keduanya harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN