Sebelum Subuh Kenan turun dari mobil bandara yang mengantarnya sampai ke rumah. Setelah mengambil koper dan mengucapkan terima kasih pada sopir, mobil itu langsung pergi meninggalkan rumahnya. Kenan berjalan ke arah pintu dan menekan bel karena ia lupa membawa kunci cadangan. Ayah yang membukakan pintu untuknya. Mertuanya itu sudah mengenakan baju koko dan juga sarung. "Assalamu'alaikum, Ayah," sapa Kenan seraya mengecup punggung tangan ayah mertunya. "Wa'alaikumsalam, Nak. Mari masuk." "Terima kasih, Ayah. Kanaya belum bangun, Yah?" tanya Kenan. Entah kenapa setelah ia habis menelepon Kanaya waktu itu ia merasa ingin sekali bertemu dengan istrinya. Biasanya ia memang sangat rindu saat keduanya terpisah jauh, tapi kali ini berbeda. Ada rasa rindu sekaligus rasa khawatir di dalam hati

