Sudah seminggu berlalu sejak keputusan Sera untuk berpisah dari Gio. Hal terberat yang harus Sera pilih antara mempertahankan pria yang sangat ia cintai atau melepaskan Gio demi hubungan antara ayah dan anak kembali utuh. Namun dibalik keputusannya ada sakit yang selalu menemani hari-hari Sera. Hatinya penuh luka dan entah kapan akan kembali sembuh seperti sedia kala. Lantas, apakah Gio benar-benar bisa hidup tanpa Sera? Jawabannya bisa, hanya saja tubuhnya bak tak memiliki jiwa dan hanya ada raga saja. Hari-harinya terasa suram bahkan berlalu sangat lamban. Pria itu masih berharap kalau ia tertidur sangat lama, dan yang dialami adalah sebuah mimpi buruk yang berakhir jika ia bisa bangun. Tapi sakit itu nyata terasa, dan yang benar-benar luka adalah hatinya. Apakah Gio bisa melewati hari

